Apa Kabar Yogyakarta – Rekomendasi Sultan HBX kembali mengemuka menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) setelah Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kendaraan tujuan Jawa Tengah tidak memasuki Kota Jogja.
Sultan menilai arus kendaraan yang selalu membeludak setiap musim liburan memicu kemacetan berat di ruas-ruas utama DIY, terutama pada akses timur yang terhubung langsung dengan jalur tol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sri-Sultan-HB-X-ditemyi-di-Jembatan-Pandansimo.jpg)
Setiap tahun, libur panjang Nataru mengundang lonjakan wisatawan dari berbagai daerah. Sebagian besar pelancong menggunakan kendaraan pribadi sehingga jumlah kendaraan meningkat drastis di wilayah DIY. Kondisi itu membuat sejumlah ruas jalan utama tidak mampu menampung volume kendaraan, terutama di kawasan ring road, simpang padat wisata, hingga jalur menuju pusat kota.
Sultan menegaskan pentingnya pengaturan arus kendaraan sejak jauh hari. Ia meminta koordinasi antara pemerintah DIY, Jawa Tengah, dan aparat kepolisian untuk mengarahkan kendaraan tujuan Jateng agar tidak melintasi Jogja. Upaya ini bertujuan menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mengurangi potensi penumpukan kendaraan yang dapat mengganggu kenyamanan warga dan wisatawan.
Baca Juga : Kala Sultan HB X Soroti Penjualan Olahan Daging Anjing di Jogja
Rekayasa Lalu Lintas Diperkuat untuk Antisipasi Lonjakan Libur
Pemprov DIY menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas. Para pengendara tujuan Klaten, Solo, Magelang, Purworejo, dan daerah Jateng lainnya diarahkan menggunakan jalur alternatif yang tidak perlu masuk kota. Pemerintah juga menyiapkan titik informasi di perbatasan untuk membantu pengaturan rute dan memastikan para pengemudi mengetahui jalur yang lebih efisien.
Selain itu, Sultan menyoroti kepadatan rutin di gerbang timur DIY yang sering terjadi akibat adanya akses tol yang memudahkan mobilitas kendaraan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sultan ingin memastikan rekayasa lalu lintas berjalan optimal agar kota tidak mengalami stagnasi pergerakan pada hari-hari padat libur.
Masyarakat menyambut baik langkah ini karena mereka berharap Jogja tetap nyaman selama masa liburan. Para pelaku wisata juga berharap arus kendaraan yang lebih tertib dapat membuat wisatawan merasa aman dan mudah mengakses destinasi tanpa terjebak kemacetan panjang.
Dengan arahan tersebut, Rekomendasi Sultan HBX menjadi dasar penguatan koordinasi antardaerah dalam menjaga kenyamanan wisatawan dan kelancaran mobilitas selama Nataru.












