Apa Kabar Yogyakarta — Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 resmi dimulai di Kota Yogyakarta, menandai perubahan penting dalam pelaksanaannya yang selama ini terpusat di Jakarta. Pemindahan lokasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendekatkan gerakan antikorupsi langsung kepada masyarakat di daerah.

Rangkaian kegiatan Hakordia 2025 dibuka dengan agenda diskusi publik, pameran edukasi antikorupsi, serta kegiatan partisipatif masyarakat yang digelar di sejumlah titik strategis di Yogyakarta. Acara ini melibatkan unsur pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, pelajar, mahasiswa, serta komunitas masyarakat sipil.
Dari Simbol Elitis ke Gerakan Publik
Panitia pelaksana Hakordia 2025 menyebutkan, pemindahan lokasi dari Jakarta ke Yogyakarta merupakan bagian dari upaya desentralisasi gerakan antikorupsi agar tidak terkesan elitis dan terpusat di ibu kota.
“Hakordia bukan hanya milik lembaga atau pejabat, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia. Dengan digelar di Yogyakarta, kami ingin pesan antikorupsi benar-benar menyentuh masyarakat secara langsung,” ujar salah satu perwakilan panitia nasional dalam pembukaan kegiatan.
Baca Juga : Taigersprung Dimsum: Kisah Mahasiswa Jogja Membangun Resto di 3 Kota
Yogyakarta dipilih karena dinilai sebagai kota pendidikan dan budaya yang kuat. Sekaligus memiliki basis generasi muda yang besar sebagai agen perubahan.
Dorong Peran Generasi Muda
Dalam rangkaian pembukaan, berbagai kegiatan edukatif digelar, mulai dari talkshow antikorupsi, lomba kreatif bertema kejujuran, hingga pameran inovasi digital untuk transparansi layanan publik. Ribuan pelajar dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di DIY turut ambil bagian.
Perwakilan pemerintah daerah DIY menyatakan dukungan penuh atas penyelenggaraan Hakordia 2025 di Yogyakarta.
“Kami menyambut baik dipilihnya Yogyakarta sebagai lokasi Hakordia. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya antikorupsi dari kampus, sekolah, hingga komunitas akar rumput,” kata salah satu pejabat Pemda DIY.
Lebih Interaktif dan Partisipatif
Berbeda dengan pelaksanaan di Jakarta yang cenderung bersifat seremonial, Hakordia 2025 di Yogyakarta lebih interaktif dan partisipatif. Masyarakat dapat mengikuti pengaduan publik terbuka, kelas edukasi antikorupsi, hingga simulasi pengawasan pelayanan publik.
Sejumlah organisasi masyarakat sipil juga membuka stan edukasi tentang bahaya korupsi di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
“Dengan format seperti ini, publik tidak hanya menjadi penonton. Tetapi juga terlibat langsung dalam gerakan antikorupsi,” ujar salah satu aktivis antikorupsi yang terlibat dalam kegiatan.












