Apa Kabar Yogyakarta — Upaya pengurangan sampah yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta mulai menunjukkan hasil positif. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengungkapkan bahwa sejumlah depo sampah di wilayahnya berhasil menurunkan volume sampah lebih dari 20 persen, sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah kota.

Penurunan Volume Sampah di Beberapa Depo
Menurut Hasto, capaian tersebut bisa dilihat langsung di beberapa depo pengelolaan sampah, seperti Depo Ngasem, Depo Pringgokusuman, dan Depo Kotagede. Di ketiga depo tersebut, volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) telah berkurang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. “Pengurangannya sudah cukup banyak sebetulnya. Di depo Ngasem, Pringgokusuman, dan Kotagede itu sudah berkurang lebih dari 20 persen,” ungkap Hasto pada Kamis (18/9/2025).
Baca Juga : Kopdes Kembang Kulonprogo Sudah Beroperasi, Benih Padi Laku 4 Ton
Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras petugas kebersihan, pengelola depo, serta partisipasi aktif masyarakat yang mulai memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya. Pemerintah kota juga telah menggalakkan edukasi tentang pemilahan sampah rumah tangga dan mendorong pembentukan bank sampah di tingkat kelurahan.
Dukungan Program Pengurangan Sampah
Hasto menambahkan, pengurangan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga memerlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Pemkot Jogja telah menyiapkan sejumlah program pendukung seperti penyediaan fasilitas pengolahan sampah organik di setiap depo, pelatihan pengelolaan sampah bagi kader lingkungan, hingga pemberian insentif bagi bank sampah yang aktif.
Selain itu, Pemkot juga bekerja sama dengan pihak swasta untuk mengembangkan inovasi daur ulang dan memperluas jaringan pemasaran produk olahan sampah. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap TPA dan menekan biaya pengelolaan sampah.
Menuju Kota Bebas Sampah
Ke depan, Hasto menargetkan seluruh depo sampah di Kota Jogja mampu mencapai bahkan melampaui pengurangan sampah sebesar 20 persen. Ia optimistis bahwa dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Kota Jogja dapat menjadi contoh kota yang berhasil mengelola sampah secara berkelanjutan.
“Ini baru langkah awal. Harapannya seluruh warga bisa terus konsisten dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah. Kalau semua bergerak bersama, Jogja bisa menjadi kota yang bersih dan bebas sampah,” pungkasnya.












