Apa Kabar Yogyakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta resmi meluncurkan konsep inovatif layanan kesehatan dengan tajuk puskesmas tanpa dinding. Program ini menghadirkan 45 bidan dan tenaga kesehatan baru yang ditempatkan di setiap kelurahan. Dengan langkah ini, Pemkot Yogyakarta berupaya memastikan layanan kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan konvensional.

Satu Kampung Satu Bidan
Melalui program Satu Kampung Satu Bidan, setiap kelurahan akan mendapat pendampingan kesehatan penuh. Tugas bidan tidak hanya terbatas pada proses kelahiran, tetapi juga mencakup pemantauan tumbuh kembang anak, pendampingan kesehatan ibu, hingga pelayanan lansia. Dengan sistem ini, layanan kesehatan diharapkan lebih dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Komitmen Pemkot Yogyakarta
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan pemerataan layanan kesehatan. Menurutnya, kesehatan adalah hak dasar yang harus bisa dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali. “Kami ingin memastikan bahwa sejak lahir hingga usia lanjut, masyarakat mendapat perhatian dan layanan kesehatan yang layak,” ujarnya.
Baca Juga : Pemkot Jogja Akan Mulai Mengawasi MBG, Begini Caranya
Harapan Masyarakat
Warga Yogyakarta menyambut baik kehadiran bidan baru di kelurahan masing-masing. Mereka menilai program ini memudahkan akses layanan kesehatan, terutama bagi keluarga yang jauh dari puskesmas atau rumah sakit. Selain itu, keberadaan tenaga kesehatan di tengah masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat.
Langkah Menuju Kota Sehat
Dengan adanya tenaga kesehatan di setiap kelurahan, Pemkot Yogyakarta optimistis program ini akan berdampak positif dalam jangka panjang. Tidak hanya menekan angka kematian ibu dan bayi, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan penyakit menular maupun tidak menular. Program puskesmas tanpa dinding ini diharapkan menjadi model inovasi layanan kesehatan yang bisa diadopsi oleh daerah lain di Indonesia.












