Apa Kabar Yogyakarta – Pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam PHRI DIY (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta) menyampaikan kekecewaan mendalam atas keputusan pemerintah daerah yang meniadakan penyelenggaraan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) tahun ini.

Selama ini, WJNC dikenal sebagai salah satu event budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar. Sehingga turut mendongkrak okupansi hotel dan pendapatan pelaku usaha kuliner di Yogyakarta.
Kontribusi Besar bagi Pariwisata
Menurut pengurus PHRI DIY, WJNC telah terbukti memberikan multiplier effect yang signifikan. Setiap pelaksanaan karnaval budaya tersebut selalu menyedot perhatian ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baca Juga : Antisipasi Sampah Wayang Jogja Night Carnival, Depo Sekitar Tugu Dikosongkan
Tidak hanya sektor perhotelan, tetapi juga transportasi, UMKM, hingga pedagang kaki lima ikut merasakan dampak positifnya. Oleh karena itu, pembatalan WJNC tahun ini dinilai sebagai kerugian besar bagi ekosistem pariwisata di Yogyakarta yang masih terus berupaya bangkit pascapandemi.
Harapan untuk Keberlanjutan Event Budaya
PHRI DIY berharap Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dapat meninjau kembali kebijakan pembatalan WJNC dan mempertimbangkan alternatif pelaksanaan dengan skala terbatas atau konsep hybrid. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan promosi pariwisata berbasis budaya yang menjadi daya tarik utama Yogyakarta di mata wisatawan. Selain itu, PHRI juga mendorong adanya kalender event yang lebih pasti. Agar pelaku usaha dapat merancang strategi bisnis secara optimal sepanjang tahun.












