Dior Dior Dior

Pelukis Otodidak Ramaikan Seni Rupa Jogja

Dior

Apa Kabar YogyakartaPelukis otodidak Jogja kembali menunjukkan eksistensinya dalam dinamika seni rupa Kota Yogyakarta. Kehadiran para perupa yang tumbuh melalui proses belajar mandiri mewarnai pameran seni bertajuk The Language of Colour. Pameran ini menjadi penanda kuat bahwa regenerasi seniman di Yogyakarta terus berjalan secara dinamis dan inklusif.

RANGKUL PERUPA YOGYAKARTA; Rujiman Gelar Piknik Visual - Harian Merapi
Pelukis Otodidak Ramaikan Seni Rupa Jogja

Komunitas Patsijiwata menggagas pameran The Language of Colour sebagai ruang ekspresi sekaligus ruang pengakuan bagi pelukis otodidak. Melalui karya-karya yang ditampilkan, para seniman menyampaikan gagasan, emosi, dan pengalaman hidup lewat eksplorasi warna dan bentuk. Mereka menghadirkan bahasa visual yang jujur dan berani, tanpa terikat pakem akademik.

Dior

Pameran The Language of Colour resmi dibuka di Omah Budoyo Yogyakarta pada Jumat malam, 12 Desember 2025. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 12 Januari 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum. Sejumlah karya lukisan dengan gaya dan pendekatan yang beragam memenuhi ruang pamer, menciptakan dialog visual antara seniman dan penikmat seni.

Baca Juga : Timnas Indonesia U-23 Menang 3-1 atas Myanmar, Namun Gagal Lolos ke Semifinal SEA Games 2025

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menghadiri langsung pembukaan pameran dan menyampaikan apresiasi atas keberanian para pelukis. Ia menilai pelukis otodidak mampu menghadirkan perspektif segar dalam perkembangan seni rupa Yogyakarta. Menurutnya, keberagaman latar belakang seniman justru memperkaya ekosistem seni dan budaya di kota ini.

Pelukis otodidak Jogja juga membuktikan bahwa proses belajar mandiri dapat melahirkan karya yang kuat secara konsep maupun visual. Pameran ini menunjukkan bahwa seni tidak hanya tumbuh dari institusi formal, tetapi juga dari ketekunan, kepekaan, dan keberanian berekspresi.

Melalui pameran ini, Komunitas Patsijiwata berharap masyarakat semakin menghargai proses kreatif para pelukis otodidak. Regenerasi seni rupa di Yogyakarta pun terus bergerak maju dengan memberi ruang yang setara bagi semua seniman untuk tumbuh dan berkembang.

Dior