Dior Dior Dior

Kota Yogyakarta Non-Endemis Malaria, Kasus yang Muncul Didominasi Malaria Impor

Dior

Yogyakarta Bukan Daerah Endemis Malaria

Apa Kabar Yogyakarta — Kota Yogyakarta tercatat bukan wilayah endemis malaria. Berdasarkan survei vektor yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan Provinsi DIY, dan Kementerian Kesehatan RI sepanjang tahun 2022–2025, tidak petugas temukan nyamuk Anopheles, sehingga wilayah ini Dinkes kategorikan non-reseptif malaria.

Kendati demikian, kasus malaria tetap Dinkes temukan di Kota Yogyakarta, terutama dari mahasiswa atau pendatang yang berasal dari daerah endemis.

Dior
Website Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta Non-Endemis Malaria

“Tahun 2023 kita temukan sebanyak 37 kasus malaria, tahun 2024 sebanyak 59, dan hingga Juli 2025 tercatat 39 kasus,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, drg. Emma Rahmi Aryani, MM, saat membuka kegiatan assessment Eliminasi Malaria Provinsi DIY oleh tim penilai Kementerian Kesehatan.

Target Eliminasi Malaria DIY

Provinsi DIY pada tahun 2025  pemerintah targetkan mencapai eliminasi malaria tingkat provinsi. Dengan demikian, seluruh kabupaten/kota di DIY pemerintah wajibkan telah mendapatkan Sertifikat Eliminasi Malaria.

Baca Juga : Penanggulangan Leptospirosis di Kota Yogyakarta

Sebagai bagian dari proses tersebut, tim penilai eliminasi malaria melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta serta Kabupaten Kulon Progo pada 11–15 Agustus 2025. Kunjungan ini bertujuan menilai pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian malaria di daerah.

“Penilaian meliputi paparan program, surveilans, hingga kunjungan langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan menuju eliminasi malaria,” jelas dr. Lana Unwanah, MKM, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit PD SIK.

Kehadiran Tim Penilai Nasional

Tim Penilai Eliminasi Malaria Nasional dipimpin oleh dr. Ferdinand J. Laihad, MPHM. bersama anggota tim: dr. Herdiana Basri, M.Kes., M.Epid., dr. Risalia Reni Arsanti, MPH., Sri Budi Fajariyani, SKM., MSc., dan Safhira Dwidanitri, SKM.

Hadir dari unsur Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta antara lain Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kabid P2PD SIK, Kasi P2M, KaTimja Surveilans PD SIK, programer malaria. Serta para Kepala Puskesmas.

Dalam sesi pemaparan, dr. Lana Unwanah, MKM bersama Anandi Iedha Retnani, S.Gz., MPH mempresentasikan program P2 Malaria Kota Yogyakarta. Tim penilai memberikan sejumlah masukan teknis untuk memperkuat upaya pencegahan dan memastikan keberlanjutan program.

Komitmen Menuju Eliminasi

Kunjungan ini pemerintah harapkan dapat memperkuat komitmen Kota Yogyakarta bersama pemerintah provinsi untuk mencapai target eliminasi malaria. Selain menjaga status non-endemis, langkah ini juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap pencapaian Indonesia bebas malaria di tahun mendatang.

Dior