Apa Kabar Yogyakarta – Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) kembali digelar pada 1–30 November 2025 dengan mengusung konsep yang menggabungkan seni, budaya, dan kesehatan holistik. Festival ini akan melibatkan berbagai komunitas dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dikenal kaya akan tradisi dan warisan budayanya.

Ketua Panitia JCWF, Gusti Kanjeng Ratu Bendara (GKR Bendara), menjelaskan bahwa tahun ini JCWF mengusung tema “Wiroso, Wiromo, Wirogo” yang bermakna keseimbangan rasa, irama, dan raga. Tema tersebut mencerminkan filosofi Jawa tentang keharmonisan antara tubuh, pikiran, dan jiwa dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Menpar: Wisata kebugaran jadi peluang tingkatkan kunjungan wisatawan
Menurut GKR Bendara, JCWF merupakan festival berbasis komunitas yang tumbuh dari kearifan lokal masyarakat Jawa. Kehadiran JCWF menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan holistik.
Menyatukan Ragam Praktik Penyembuhan
Festival ini akan menampilkan berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur seni, budaya, dan praktik kesehatan tradisional maupun modern. Mulai dari sesi yoga, meditasi, terapi suara, hingga pengobatan tradisional Jawa akan dihadirkan untuk memberikan pengalaman penyembuhan menyeluruh. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan musik etnik, tari tradisional, dan pameran produk kesehatan alami hasil karya komunitas lokal.
Panitia menargetkan kehadiran ratusan pelaku industri wellness dari dalam dan luar negeri untuk berbagi praktik terbaik mereka. Hal ini dapat mendorong pertukaran pengetahuan sekaligus memperluas jejaring antara pelaku industri, komunitas budaya, dan masyarakat umum.
Dorong Pariwisata Berkelanjutan
GKR Bendara menegaskan bahwa JCWF tidak hanya tentang festival seni atau kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya memajukan pariwisata berkelanjutan di Yogyakarta. Dengan mengangkat budaya lokal sebagai daya tarik utama, festival ini mampu meningkatkan minat wisatawan pada wisata berbasis budaya dan kesehatan (wellness tourism).
Selain itu, pelaksanaan JCWF juga memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal, seperti pengrajin, pelaku seni, hingga penyedia layanan wellness.
Sinergi dengan Program Nasional
Festival ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui program Wonderful Indonesia Wellness. Sinergi ini bisa memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu destinasi unggulan wellness tourism di Indonesia.












